Jumat, 05 Oktober 2012

Kehilangan atau Merelakan?

Beberapa hari yang lalu saya pernah membahas tentang satu bahasan yang sangat sederhana, tapi bila dijabarkan mungkin akan menjadi 4 paragraf, saya pernah menuliskan di status facebook saya dan tweet saya, suatu bahasan ringan yang saya anggap perlu untuk membahasnya karena mungkin sebagian besar orang di dunia ini pernah mengalaminya.

Judul yang sederhana untuk bahasan kali ini adalah "Kehilangan atau Merelakan?" kalau kita lihat sekilas mungkin memang tidak ada yang menguntungkan dari kata - kata tersebut, karena kita tidak mendapatkan apa yang kita cari, dan untuk beberapa hal, pertanyaan itu menjadi kata - kata yang benar - benar rumit dan sulit sekali untuk dijawab, apalagi dinalar secara logis

Sering kita menginginkan sesuatu, dan meskipun cara kita sudah sangat luar biasa untuk melakukannya, tetapi pada titik akhir, pada hasil akhirnya, kita malah tidak bisa mendapatkannya, atau mungkin mempertahankan sesuatu yang sudah menjadi milik kita dan entah tiba - tiba saja dia hilang, meski kita sudah mempertahankannya sekuat tenaga, mempertahankannya dengan berbagai cara, tapi kita tetap harus menganggap bahwa sesuatu itu mungkin memang bukan untuk kita

Mungkin saya salah menuliskan judulnya, sebenarnya di sini yang kita bahas bukan masalah kehilangannya, tapi "merasa kehilangan" kadang suatu pikiran yang terlalu membuat anda fokus pada masalah, akan melupakan semua kenikmatan - kenikmatan kecil yang sudah anda terima. Kehilangan sesuatu itu memang berat, melakukan cara yang luar biasa untuk sesuatu yang ternyata tidak bisa kita dapatkan juga sangat berat tapi percayakah anda bila kita terus - terusan merasakan "hilang" akan membat semuanya menjadi lebih berat? secara langsung itu mempengaruhi otak kita, mempengaruhi semua tindakan kita, pikiran kita dan bisa saja itu mempengaruhi hati kita

Ada sebuah cara hebat untuk menghilangkan semua beban itu, cara kuno yang sangat manjur agar kita bisa membuat semuanya menjadi lebih ringan yaitu "merelakan" mungkin untuk beberapa orang yang kurang bisa memaknai kehidupan, pendendam, atau orang yang terlalu mencintai, cara ini sangat menyakitkan, merelakan sesuatu yang seharusnya menjadi milik kita. Sekarang kita bicara mengenai Tuhan, apa kita tidak menyadari bahwa sesuatu yang kita miliki, kita cintai, kita buat seolah - olah itu adalah milik kita adalah sesuatu yang dipinjamkan tuhan untuk kita? mungkin nafas kita, detak jantung kita, kekasih kita, istri/suami kita, anak - anak kita semua benda yang kita punyai adalah sesuatu yan dipinjamkan tuhan untuk kita agar kita bisa mengolahya, menjadikannya lebih bermakna, seharusnya seperti itu, bukan?

Bila kita bisa menyadarinya, menganggap sesuatu itu jadi lebih bermakna, menganggap apa yang kita punyai pasti akan kita kembalikan pada yang "meminjami" kita, semua rasa kehilangan akan terasa lebih mudah untuk kita atasi, kita tidak akan terpuruk dan merenugkan terus apa yang sudah hilang dari kita, dan bila anda sudah bisa melakukan semuanya, yakinlah bahwa nikmat Tuhan itu besar, maka kenikmatan - kenikmatan kecil yang sudah anda dapatkan akan terasa besar sekali, mungkin dengan orang yang kita cintai, dengan orang yang kita sayangi, dengan semua orang yang peduli dengan kita, dengan semua hal yang dapat membuat anda tertawa meluapakan dunia, atau setidaknya mungkin napas kita masih bisa bertahan sampai detik ini, sampai anda masih diijinkan Tuhan untuk membaca artikel sederhana ini, sesederhana itu, kan?

Jadi bila kita menelaah apa yang sudah terjadi pada kehidupan kita sampai saat ini, masihkah anda berfikir bahwa dunia itu kejam dengan membuat anda tidak bisa mendapatkan sesuatu yang ingin anda miliki? jadi apakah anda masih memilih untuk merasa kehilangan, atau anda merelakan semua yang hilang dan membuka diri anda untuk sesuatu yang akan datang?

6 komentar:

Rafi muhammad mengatakan...

merelakan semua yang hilang dan membuka diri untuk hal yang baru, sepertinya lebih saya pilih

Isnani Pasca mengatakan...

menikhlaskan sesuatu yang sudah hilang mungkin jalan yang saya pilih.
hemmm blognya bisa jadi referensi hidup.:)

Hanif nur taufiq mengatakan...

semuanya hanya sebuah pembelajaran, dan itulah hidup, bukan?

Anonim mengatakan...

Tidak semudah itu merelakan sesuatu yg dicintai.....kehilangan hewan kesayangan aja bisa membuat tuannya menangis.....dan butuh waktu utk melupakan sesuatu yg menyedihkan

Hanif nur taufiq mengatakan...

Memang, apalagi kehilangan sesuatu yg takkan kembali, itu jauh lebih menyakitkan. Poin saya di sini adalah sampai kapan kita akan terus tersesak dalam luka akibat kehilangan itu.

Unknown mengatakan...

http://taipanqqculinary.blogspot.co.id/2018/04/menelusuro-perjalanan-kuliner-indonesia.html

QQTAIPAN .ORG | QQTAIPAN .NET | TAIPANQQ .VEGAS |
-KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
1 user ID sudah bisa bermain 8 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsa
• Domino99
• Poker
• Bandarpoker.
• Sakong
• Bandar66
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
• WA: +62 813 8217 0873
• BB : D60E4A61
• BB : 2B3D83BE
Come & Join Us!

Posting Komentar

 
;