Sabtu, 26 Juli 2014 0 komentar

Sebuah Cerpen - Jangan Tunggu Aku Pulang




Jam dinding besar di tengah ruangan menunjukkan pukul 13.00, sepertinya sudah 45 menit dia menunggu di sini. Tak banyak orang di dalam, hanya dia, dua orang ibu yang sedang ngerumpi menggosipkan artis favorit mereka sambil menjagai anaknya masing – masing yang dari tadi berlarian dari ujung ke ujung. Beberapa bapak – bapak berusia mendekati senja sedang duduk mengobrol tentang politik warung kopi, yang sepertinya memang kerja di sini, terlihat dari baju yang mereka kenakan, seragam berwarna biru muda.

            Terlihat beberapa kali lampu sorot terlihat di ujung kiri dan kanan, tak satupun yang menarik perhatiannya. Karena bukan itu yang dia tunggu. Sepertinya memang terlambat, tapi terlambat 45 menit sudah merupakan hal yang biasa untuk kereta yang menuju ke sini, mungkin memang karena jauh dari pusat kota. Lamunannya akan masa lalu terpecah, kala sang petugas penyiaran stasiun memberitahukan bahwa kereta yang dia nanti segera datang di jalur satu.

Selasa, 01 Juli 2014 0 komentar

My Love Story Part 3



            Dia ada di tempat yang jauh, yang tak mungkin bisa dijangkau oleh siapapun. Dia hidup di sana dan kekal. Dia berada di masa lalu. Tapi kepingnya menempel erat di sudut mataku, di nadiku, dan bersemayam di sisi jantungku. Dialah ambang batas antara semua realita dan bayangan – bayangan dalam hidupku selama ini.

 
;