Selasa, 20 Mei 2014

Cinta Itu... Sederhana

Cinta itu sederhana, mengalir tanpa kata, berirama tanpa nada, sesederhana embun yang mencintai daun yang selalu memeluknya tiap pagi, sesederhana awan, yang mencintai air, dan membuatnya hujan, atau mungkin sesederhana daun kering yang mencintai angin, yang membuatnya jatuh dan kembali ke asalnya. semuanya, tak terucap, hanya berisyarat, hanya mencintai, tak ada kata yang lain.

mungkin, kitalah manusia, yang membatasi pergerakan cinta, kita membatasi dengan norma, agama, teman, malu, sungkan, mantan, atau mungkin dari perkataan orang yang baru saja anda temui, dan anda begitu mempercayainya. kita tak membiarkan cinta mencintai kita dengan kebebasannya. Buat anda yang percaya kalau cinta itu sederhana, silakan baca tulisan sederhana ini


Kadang kita kangen banget dengan masa sma, dimana kita bisa bercanda, tertawa bareng, tanpa peduli apapun, termasuk juga soal cinta, saat awal kita belajar untuk mengenal, merasa, dan mencinta, entah bagaimanapun caranya. ada diantara kita yang memilih untuk mengutarakannya  secara terang - terangan, mencintai, dicintai, ditolak, ahh sudah biasa, dan mungkin ada pula yang mencintai dalam keheningan, di mana hanya ada aku, kamu, tanpa ada orang lain yang mengganggu, egois sih, tapi mungkin hanya itu satu - satunya caraku memeilikimu sepenuhnya


Kembali ke masa, saat semuanya bermula, saat kita hanya teman dekat saja, atau setidaknya kata teman - teman seperti itu. Yah, mungkin itu yang orang lihat, entahlah, asumsi setiap orang tetap tak bisa kumengerti, dan, itu tak mempengaruhi definisi "kita" kan?
saat satu satunya cara kita berhubungan hanya melalui handphone, pesan singkat, telfon pun jarang, mungkin hanya di malam malam saat kita benar - benar merasa rindu. Tapi entah kenapa, justru dari balik layar hp, aku bisa tau apa yang kau rasakan, inginkan, risaukan, takutkan, dan aku merasa dekat sekali denganmu.

Tapi kenapa, saat kita bertemu muka, kau selalu meenghindariku, seakan akan kita tak pernah membicarakan semuanya, mulai dari apa kegiatanmu, makanan favoritmu, sampai hal hal yang membuatmu merasa jijik. seperti kalakita jadi orang aneh dan memanggil diri kita dengan sebutan - sebutan lucu. kau memanggilku pooh, dan aku memanggilmu tinkerbell. kita telah membicarakan semua itu kan?

banyak sekali tempat di sudut sekolah yang selalu mengingatkanku akanmu, seperti kala aku ada jam kosong, duduk bersama teman - temanku di bawah pohon rindang depan kelasmu, ku tengok ke dalam kelas, mencari sosokmu, kita bertatap muka dan kau tersenyum, meski semua orang tak pernah melihatnya, hanya kau, dan aku. atau saat istirahat, aku makan bakso dengan teman - temanku, kau juga, dan tak sengaja kita saling menatap, kau senyum, dan kembali fokus kepada mangkok baksomu, sederhana sih, tapi taukah kau, bahwa itu saja cukup untuk membuat semua pelajaran hari itu terasa lebih mudah? atau saat kau bersedih, ketika kau tau aku ditampar ayahku di depan kepala sekolah, gara - gara ketahuan bolos? seperti kau merasakan sakit yang sedang kurasakan saat itu. Apakah semua hal itu tak cukup untuk disebut cinta?

Apakah cinta perlu kita bergandeng tangan menunjukkan kepada semuanya bahwa engkau milikku, dan aku milikmu? bukankah, cinta adalah tentang perasaan kita, bukan apa perasaan orang tentang kita? Apakah kita harus melakukan itu semua, sedang kita juga tak tau kalau besok kita masih bergandengan lagi sehangat hari ini atau mungkin, besok kita sudah pura pura tak saling kenal lagi, seperti tak pernah menjalin suatu hubungan.

entahlah, orang bilang, time is not about the clock's ticking, it is about the moment, jadi, aku hanya ingin memilikimu, selagi aku bisa, selagi aku masih mampu, aku ingin menjadikan ini semua kenangan, moments to remember, so i won't let my time wasted useless. Aku tak pernah tau apa yang akan terjadi besok, yang ku tau, saat ini, aku menikmatinya, meskipun aku hanya memilikimu dalam kesunyian

2 komentar:

Dynastiti Gezza mengatakan...

damn! you make a tears on my face!

Hanif nur taufiq mengatakan...

hahaha, thanks sis :D

Posting Komentar

 
;