Kadang memang melarikan
diri adalah jalan paling mudah yang akan diambil seseorang, memang ini bukan
satu penyelesaian masalah, tapi setidaknya, semakin sedikit kontak mata dengan
semua yang bisa mengingatkan kita pada sesuatu itu, akan membuat proses melupakan
menjadi jauh lebih mudah.
Sejak kejadian pelukan itu, dia jadi orang yang lebih
terbuka sama gue. Jadi sering kontak meski cuman sms nanyain udah makan, atau
nanyain udah ngerjain tugas apa belum. Yang jelas, jadi lebih perhatian, lah. Dan
mulai saat itu juga, gue resmi jadi… tukang ojeknya, yang nganterin pulang ke
rumahnya setelah kuliah. Berangkatnya tetep dianterin sama sopir, karena gue
mau jemput juga jauh, tapi saat pulangnya gue udah berjanji mau mengabdikan
diri jadi tukang ojeknya. Jarang pula gue lihat tatapan mata yang malam itu,
yang kini sering gue lihat adalah tatapan mata teduh, yang bisa gue sebut
“penuh cinta”
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact