Ada banyak yang request kalo gue harus nyeritain selain masa
SMA. Well, its kind a sad story actually, but I know that I have to tell this
story. Oke, kita bakal setting di saat gue kuliah di ITS, dan ngekos di
deketnya asrama haji Surabaya.
Cinta itu sederhana, mengalir tanpa kata, berirama tanpa nada, sesederhana embun yang mencintai daun yang selalu memeluknya tiap pagi, sesederhana awan, yang mencintai air, dan membuatnya hujan, atau mungkin sesederhana daun kering yang mencintai angin, yang membuatnya jatuh dan kembali ke asalnya. semuanya, tak terucap, hanya berisyarat, hanya mencintai, tak ada kata yang lain.
mungkin, kitalah manusia, yang membatasi pergerakan cinta, kita membatasi dengan norma, agama, teman, malu, sungkan, mantan, atau mungkin dari perkataan orang yang baru saja anda temui, dan anda begitu mempercayainya. kita tak membiarkan cinta mencintai kita dengan kebebasannya. Buat anda yang percaya kalau cinta itu sederhana, silakan baca tulisan sederhana ini
mungkin, kitalah manusia, yang membatasi pergerakan cinta, kita membatasi dengan norma, agama, teman, malu, sungkan, mantan, atau mungkin dari perkataan orang yang baru saja anda temui, dan anda begitu mempercayainya. kita tak membiarkan cinta mencintai kita dengan kebebasannya. Buat anda yang percaya kalau cinta itu sederhana, silakan baca tulisan sederhana ini
Mataku selalu beralih, antara jam tangan, buku yang sedang ku baca dan
sebuah handphone mungil yang kubeli tahun lalu, hari ini tepat satu
tahun setelah aku mengakhiri ceritaku, dengan dia. Tak pernah kusangka
setelah 12 bulan, akhirnya kami dipertemukan kembali, memang sih bukan
dengan status yang sama, tapi, semua memori tentangmu tak pernah bisa
menguap dari kepalaku.
Kurasa sudah satu jam aku menunggu kedatangan keretamu, aku hanya ingin melihatmu, bagaimana keadaanmu, apa kau masih jadi orang yang sama seperti dulu, yang selalu membelai rambutku dan membuatku selalu meresapi hangat belaian tanganmu yg meneduhkan itu, atau kau sekarang sudah menjadi pria yg lebih matang, lebih dewasa, yg lebih bisa mengontrol sifat egoismu. Entahlah. Semua angan2 tentangmu berlari2 di kepalaku sampai aku tak konsen dengan buku yang kubaca ini
Kurasa sudah satu jam aku menunggu kedatangan keretamu, aku hanya ingin melihatmu, bagaimana keadaanmu, apa kau masih jadi orang yang sama seperti dulu, yang selalu membelai rambutku dan membuatku selalu meresapi hangat belaian tanganmu yg meneduhkan itu, atau kau sekarang sudah menjadi pria yg lebih matang, lebih dewasa, yg lebih bisa mengontrol sifat egoismu. Entahlah. Semua angan2 tentangmu berlari2 di kepalaku sampai aku tak konsen dengan buku yang kubaca ini
Bagi lu semua yang ngerasa bahwa di-PHP itu sakit, gw punya sebuah cerita.
Duduk di bangku taman depan kelas waktu jam kosong adalah suatu yang nikmat banget bagi pelajar sma kayak gw, sambil nikmatin angin sepoi - sepoi, bercanda sama temen - temen sampe nggak inget waktu, kalo lagi inget memori itu semua, gw ngerasa tua banget -_____-"
Duduk di bangku taman depan kelas waktu jam kosong adalah suatu yang nikmat banget bagi pelajar sma kayak gw, sambil nikmatin angin sepoi - sepoi, bercanda sama temen - temen sampe nggak inget waktu, kalo lagi inget memori itu semua, gw ngerasa tua banget -_____-"
Beberapa hari yang lalu saya pernah membahas tentang satu bahasan yang sangat sederhana, tapi bila dijabarkan mungkin akan menjadi 4 paragraf, saya pernah menuliskan di status facebook saya dan tweet saya, suatu bahasan ringan yang saya anggap perlu untuk membahasnya karena mungkin sebagian besar orang di dunia ini pernah mengalaminya.
Hari ini gw memulai hari besar gw, well, kayanya emang udah telat 2 tahun buat gw nyadarin kalo hidup gw terlalu berharga disia-siain gitu aja, dan telat lebih dari 19 tahun buat gw nyadar kalo apa yg gw lakukan selama ini salah, inilah gw sekarang, berjalan menuju sebuah toko komputer, yg bakalan jadi tempat kerja gw, insyaAllah.
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact